Tom Lembong: Nggak Usah Bikin IKN kalau Stunting Sejam dari Istana Nggak Selesai

Sugeng rawuh Konveksitas Murah di Website Kami!

Jakarta – Tom Lembong: Nggak Usah Bikin IKN kalau Stunting Sejam dari Istana Nggak Selesai

Wakil Kapten Timnas Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN), Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong kembali angkat bicara soal proyek pembangunan Ibu Kota Negara Kepulauan (IKN). Hal ini ia kaitkan dengan masih banyaknya kesenjangan yang terjadi di Indonesia. BRI Siapkan Strategi Pencadangan Memadai jelang Restrukturisasi Kredit COVID-19

Di awal, Tom Lembong menjelaskan bahwa ketimpangan sendiri tidak terbatas pada pembangunan di Jawa dan luar Jawa. Bahkan di Pulau Jawa masih terdapat kantong-kantong kemiskinan.

“Saya ingin mengingatkan, masih banyak kantong kemiskinan di Pulau Jawa sendiri. Daerah termiskin di Indonesia ada di Pulau Jawa,” ujar Tom Lembong, dalam debat “Harsa Pemuda: Berbicara dengan Bangga” di On3 Senayan. GBK, Jakarta, Jumat (9/2/2024) malam.

Mantan Kepala BKPM ini mengatakan, salah satu daerah yang angka kemiskinannya tinggi adalah Banten, Kabupaten Lebak yang hanya berjarak 3 jam dari DKI Jakarta. Selain itu, tak jauh dari Kota Bogor juga terdapat Kabupaten Bogor.

Mengomentari situasi tersebut, ia mengatakan, sebelum memutuskan membangun mega proyek IKN, persoalan ketimpangan harus menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah yang pertumbuhannya paling pesat di Indonesia. Jadi tidak perlu jauh-jauh, jika tidak bisa menyelesaikan pembangunan dalam waktu satu jam dari Istana Bogor tidak perlu melakukan IKN.” dia berkata.

Untuk mengatasi persoalan ketimpangan tersebut, pihaknya menilai penting mengambil langkah menaikkan tarif pajak. Dengan begitu, pihaknya mendorong pajak yang lebih tinggi bagi masyarakat kaya. Tom Lembong: Nggak Usah Bikin IKN kalau Stunting Sejam dari Istana Nggak Selesai

“Kita mengenakan pajak kepada orang-orang yang hartanya besar, misalkan yang terkaya 1%. Tapi di saat yang sama kita menyamakan tarif pajaknya dengan kelas menengah,” tutupnya.

(shc/fdl)